Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh (KBIHU) Al-Khoiriyah

Minggu, 21 Oktober 2012

Ini Alasan Calon Jamaah Haji Batal Berangkat


JAKARTA — Berdasarkan data yang dihimpun oleh Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta, tercatat sebanyak 45 calon jamaah haji (calhaj) batal berangkat. Jumlah ini adalah akumulasi dari pemberangkatan calhaj kelompok terbang (kloter) pertama hingga kloter ke 39.
Menurut Ketua I PPIH Embarkasi Jakarta, Iding Mujtahidin, ada tiga alasan utama penyebab batalnya jamaah berangkat ke Tanah Suci.
Hal yang pertama ialah mengenai sisi kesehatan calhaj. Seorang calhaj bisa saja sehat. Dimulai dari proses awal, ketika ia mendaftarkan diri hingga diterima di embarkasi dalam sistem penerimaan, ia dinyatakan sehat. Tetapi setelah melalui tahap pemeriksaan kesehatan, sesampainya di asrama dalam proses penerimaan dan hasil pemeriksaan kesehatannya kurang baik atau buruk.
”Bisa pula seorang calhaj dinyatakan hamil,” tutur Iding, Kamis (18/10), di Asrama Haji Jakarta. Hal lainnya yang dapat terjadi yaitu, tiba-tiba sakit menjelang keberangkatan.
Alasan kedua, seorang calhaj batal berangkat yaitu meninggal dunia sebelum keberangkatan. ”Kalau misalkan jamaah meninggal, pernyataan surat kematian berasal dari RT RW,” ucap Iding.
Alasan ketiga adalah lain-lain. Menurut Wakil Ketua II PPIH Embarkasi Jakarta, Dimyati RF, hal lain-lain ini salah satunya karena penundaan. Pernyataan penundaan seorang calhaj ke Tanah Suci, datangnya dari jamaah itu sendiri, bukan dari embarkasi. Penyebabnya pun, biasanya alasan yang berkaitan dari pribadi jamaah. ”Seperti tiba-tiba jamaah izin karena urusan pekerjaan,” ucapnya.
Iding menambahkan, pembatalan juga bisa berasal dari jamaah yang menyatakan surat pernyataan pembatalan dirinya. ”Pembatalan visa dia (jamaah) misalnya atau anggota keluarga yang calhaj tinggalkan, misalkan ada yang meninggal, sehingga calhaj tidak bisa berangkat,” papar dia. Hal lain-lain terkait batalnya seorang calhaj berangkat adalah tidak ikutnya pendamping.
Jumlah jamaah yang gagal berangkat dalam satu kloter umumnya tidak banyak. Paling banyak jumlahnya mencapai tiga jamaah di satu kloter.
Sementara sampai kloter ke 44, yang rombongannya berangkat kemarin (17/10), jumlah jamaah calon haji (calhaj) asal Embarkasi Jakarta mencapai 19.954 orang. Dengan perincian dari Provinsi Jakarta (6.807 jamaah), Banten (6.818 jamaah), dan Provinsi Lampung (6.329 jamaah).
sumber: jurnalhajji.com

85 Jamaah Haji Nonkuota Urung Berangkat


JAKARTA – Sedikitnya 85 calon haji nonkuota tidak bisa berangkat menuaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, karena tidak mendapatkan visa.
“Sejak Selasa (16/10) kami di hotel. Namun tidak ada kepastian,” kata calon haji asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Muslimin, yang mewakili teman-temannya di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (20/10).
Calon jamaah haji tersebut antara lain berasal dari Sulawesi, Kalimantan dan Jawa. Muslimin tidak mengetahui mengapa mereka sampai tidak bisa memperoleh visa. Padahal, katanya, pada tahun sebelumnya haji nonkuota bisa berangkat.
Pihak biro perjalanan, katanya, mengaku sudah mendapat jaminan dari Kedubes Arab Saudi bahwa mereka akan memperoleh visa. “Padahal, kami sudah mengadakan acara pelepasan di tempat masing-masing sebelum berangkat ke Jakarta,” kata Muslimin didampingi calon jamaah lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum Koordinator Nasional Indonesia, Bisa A Asrun Tonga, mengaku menerima banyak laporan yang mengatakan banyak calon jamaah haji nonkuota tidak bisa berangkat karena tidak memperoleh visa. Jumlahnya bisa mencapai 5.000 orang.
“Saat ini banyak calon haji yang tersebar di hotel-hotel di Jakarta menunggu kepastian,” katanya. Jadwal terakhir calon jamaah haji kuota adalah pada 21 Oktober 2012. Yang mengherankan, katanya, pada tahun lalu ribuan calon haji bisa berangkat.
Menurut Asrun, jika memang haji nonkuota tidak bisa berangkat, maka Kementerian Agama seharusnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu secara lebih luas. Ia juga meminta pihak terkait agar kebijakan itu tidak diterapkan dengan tiba-tiba. Kalau pun diterapkan, hendaknya jangan tahun ini, namun tahun depan.
Untuk itu, ia akan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai upaya untuk membenahi pemberangkatan calon haji. Usul itu antara lain agar dibentuk badan independen yang menangani pemberangkatan haji.
sumber: jurnalhaji.com

Jamaah Haji Hati-Hati Penipuan oleh TKI



MAKKAH — Saman (60 tahun), seorang jamaah calon haji Indonesia asal Cianjur, Jawa Barat, Rabu (17/10) sore menjadi korban penipuan di Masjidil Haram. 
‘’Akibatnya, itu kehilangan uang sebesar Rp 4 juta dan 350 riyal,’’ ujar Ketua Sektor Khusus, Ali Rahman Imam Suwandi. Saat jamaah kebingunan, kata dia, datang seorang WNI yang menawarkan bantuan. Penipu itu menawarkan jasa untuk mengecek tas jamaah di komputer, namun setelah itu, tas jamaah tersebut malah dibawa kabur.Jamaah dari kloter 76 embarkasi Bekasi itu ditipu seorang warga negara Indonesia (WNI) di sana. Aksi penipuan itu terjadi saat Saman tertinggal rombongannya waktu menunaikan umrah di Masjidil Haram.

 sumber : jurnalhaji.com

Rabu, 10 Oktober 2012

Ribuan Barang Bawaan Jamaah Tertinggal di Madinah












).

MADINAH — Akibat kapasitas bagasi terbatas dan larangan membawa barang bawaan dalam bus, ribuan tas dan barang bawaan masih tertinggal di Madinah. ‘’Ada sekitar 1.715 barang bawaan jamaah yang masih tertinggal di Madinah,’’ ujar Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Mohammad Sofwan Abdul Djani, Rabu (10/10
Barang bawaan yang tertinggal itu setidaknya berasal dari sekitar 20 kloter. Hal ini dipicu oleh keterbatasan kapasitas bagasi angkutan bus Abu Sharhad yang ditugaskan untuk mengangkut jamaah calon haji dari Madinah ke Makkah. Selain itu, ada pula larangan agar jamaah tidak membawa masuk barang bawaan dalam bus.
Dari jumlah itu, ada puluhan tas besar yang tertinggal dan sisanya adalah tas bawaan atau tentengan. Sayangnya, justru tas bawaan jamaah itu yang banyak dijadikan tempat jamaah untuk menyimpan barang berharga. Karena itulah, kata Sofwan, pihaknya terus meminta agar tas tentengan bisa masuk dan jangan sampai tertinggal.
Sofwan juga menampik kemungkinan tas bawaan jamaah yang terlalu banyak, sehingga menyulitkan pengangkutan. Menurut dia, jamaah calon haji masih menggunakan tas yang sama dari pemerintah. Dalam arti, tidak ada kelebihan barang bawaan jamaah. ‘’Yang seringkali jadi masalah adalah karena adanya larangan tak boleh ada tas bawaan dalam bus,’’ ujarnya.
Seluruh sektor juga kini dikerahkan untuk membantu rencana keberangkatan jamaah, tak hanya orang tetapi juga barang. Apalagi, seringkali terjadi masalah barang bawaan yang tertinggal kendati itu sebenarnya tanggung jawab pihak naqabah (angkutan transportasi). ‘’Tapi pada akhirnya selalu kita yang disalahkan,’’ ujar Sofwan.
Pihaknya sendiri selalu memprotes kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan jamaah seperti urusan tas tertinggal itu. ‘’Realisasinya, selalu ada saja masalah ketinggalan tas jamaah,’’ lanjut dia.
Dia berharap, pada pelaksanaan ibadah haji tahun depan, kejadian serupa tak terulang lagi. ‘’Kami akan melakukan nego ulang atau kontrak dipertegas lagi sehingga seluruh tanggung jawab dibebankan pada naqabah,’’ ujar Sofwan tegas.
sumber: jurnalhaji.com

619 Jamaah Haji Tersesat di Masjidil Haram








.

MAKKAH — Jumlah jamaah haji yang tersesat atau terpisah dari rombongannya saat beribadah  di Masjidil Haram terus meningkat
Hingga hari ke-10, jumlah jamaah yang tersesat atau terpisah dari rombongannya mencapai 619 orang. ”Jamaah yang tersesat itu kebanyakan orang yang sudah tua,” ujar Ketua Sektor Khusus Masjidil Haram, Ali Rachman Imam Suwandi, Rabu (10/10).
Menurut Ali, jamaah yang tersesat itu diantarkan petugas ke pemondokan masing-masing. ”Banyak jamaah yang tak sabar dan marah-marah karena ingin cepat diantar.”Padahal, kendaraan untuk mengantar jamaah ke pemondokan terbatas.
Sektor khusus terdiri dari 16 petugas. Jam tugas mereka dibagi menjadi dua shift. Setiap petugas berjaga di pintu keluar Masjidil Haram.
Pihaknya meminta agar jamaah yang tersesat tak panik. Menurut dia, jamaah yang terpisah dari rombongannya untuk mencari petugas. ”Nanti petugas akan mengantarkan mereka ke sektor khusus.”
Selama menunggu diantar ke pemondokan, jamaah yang tersesat akan disuguhi makanan ringan berupa roti dan air mineral.
sumber : jurnalhaji.com

Jamaah Haji Indonesia Boros Air






MAKKAH — Jamaah calon haji Indonesia dinilai boros air.

Menurut Kepala Seksi Perumahan Daerah Kerja Makkah, Adil Abdul Wahid, para pemilik pemondokan di Makkah kerap mengeluh karena jamaah Indonesia boros air.
”Pengeluaran terbesar pemilik pemondokan untuk air,” ujar Adil kepada wartawan di Makkah, Rabu (10/10).
Jamaah calon haji Indonesia menggunakan air di Tanah Suci, seakan-akan berada di Tanah Air. ”Padahal, pasokan air di Tanah Suci itu sangat terbatas,” tutur Adil.
Pihaknya telah mengingatkan agar jamaah selalu hemat air. Apalagi, kata dia, ketika seluruh jamaah dari berbagai negara di dunia berada di Makkah, ketersediaan air menjadi sangat terbatas.
”Rata-rata jamaah lupa menutup keran air,” paparnya.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Tanah Suci mencapai 101.176 orang yang berasal dari 249 kloter.
sumber: jurnalhaji.com

Kamis, 04 Oktober 2012


UMROH MUBAROKAH!!!

PAKET ISTIMEWA...

Berangkat Tanggal 25 DESEMBER 2012

Dibimbing langsung oleh H. Azam Zubaedi


“Antara Umrah dengan Umrah adalah Kafarat (menghapus dosa),
dan bagi haji mabrur tidak ada balasan pantas, kecuali surga.”
(HR. Bukhari & Muslim)


1. 
Bimbingan Manasik (BPIH Biasa); dibimbing di tanah air hingga pelaksanaan di tanah suci.
2.  Menerima Pendaftaran BPIH Khusus/ONH Plus (lama perjalanan 26 Hari).
3.  Paket Umrah  (berangkat 25 Desember; 9 hari), dengan biaya Rp. 18.500.000.-. 
    Fasilitas Khusus : Hotel Ajyad makarim *4 (Mekkah; 200 m dari Masjidil Haram), Hotel Dallah Tayibah *4 (Madinah; 100 m dari Mesjid Nabawi)

Fasilitas Umum sudah termasuk :
1.    Ticket Jakarta-Jeddah-Jakarta                                        
2.    Airpot Tax Cengkareng & Visa Umrah                           
3.    Transportasi darat selama di Arab Saudi                         
4.    Bimbingan Manasik Umrah                                                 
5.    Akomodasi Hotel & Makan tiga kali sehari                     
6.    Muthawwif/Guide yang berpengalaman                                          
7.    Perlengkapan ibadah Umrah (seragam, Kain Ihrom, Mukena, Travel Bag)                          
8.    Air zam-zam 10 liter                                                                    

Program Belum Termasuk : pembuatan paspor, keperluan pribadi, buku kuning dan surat muhrim, transport cianjur-jakarta.

Persyaratan :
1.      Pasport yang masih berlaku Minimal 6 Bulan
2.      Pas foto berwarna terbaru 4x6=8 lembar (tampak muka 80%)
3.      Buku Nikah dan Kartu Keluarga asli bagi suami-istri
4.      Surat muhrim bagi yang berangkat tidak didampingi muhrim
5. Semua persyaratan harus sudah diterima paling lambat 3 minggu sebelum waktu keberangkatan
6.      Pendaftaran Paling lambat satu bulan sebelum waktu keberangkatan

Untuk Informasi dan Pendaftaran Hubungi Kami di
KBIH al-Khoiriyah (Izin No: Kw.10.3/3/Hj.09/6803/2010)
Jl. Didi Prawira Kusuma No.138 Maleber Karangtengah Cianjur  Telp. (0263) 270863
H. Azam Zubaedi                :0815-6317-2867
Rizka Husnu Maulana       :0858-6124-5921