Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh (KBIHU) Al-Khoiriyah

Sabtu, 29 September 2012

Sebelum Berangkat Haji, Ini Cara Persiapannya



















.
REPUBLIKA.CO.ID, Sebelum berangkat menuju Baitullah, para calon jamaah haji perlu melakukan sejumlah persiapan. Persiapan tersebut dibutuhkan mengingat ibadah haji adalah sebuah kunjungan ke rumah Allah dan karena perjalanan menuju Baitullah cukup banyak menguras tenaga dan biaya
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum kita berangkat menuju Tanah Suci:
1. Bertaubat dari segala dosa dan maksiat serta hal-hal yang dimakruhkan oleh agama;
2. Mengembalikan barang milik orang lain yang diambil dengan cara tidak benar. Rasulullah SAW bersabda, “Mengembalikan satu daniq (seperenam dirham) uang haram setara dengan tujuh puluh kali haji di mata Allah.”
Apabila pemilik barang tersebut tidak ditemukan maka harus ada niatan bahwa suatu saat nanti barang tersebut akan dikembalikan kepadanya;
3. Melunasi tanggungan hutang;
4. Mengembalikan barang-barang titipan yang ada di tangan kita kepada pemiliknya yang sah;
5. Meminta kerelaan hati siapa pun yang pernah menjalin transaksi dengan kita;
6. Jika kita memiliki tanggungan utang, kita perlu menunjuk seseorang yang kita percaya untuk dilimpahi wewenang dalam melunasi utang-utang tersebut. Apabila debitur (orang yang mempunyai utang) akan menunaikan ibadah haji sementara dia memiliki kemampuan finansial untuk melunasi utangnya tapi hal itu tidak ia lakukan, maka kreditur (orang yang meminjamkan uang) berhak untuk mencegah kepergian si debitur;
7. Menyiapkan nafkah yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkan. Nafkah tersebut harus cukup untuk membiayai segala kebutuhan mereka sejak kepergian kita dari Tanah Air hingga saat kita kembali;
8. Meminta doa restu dari orang-orang yang dihormati atau dicintai, seperti kedua orang tua, istri, saudara, dan anak-anak;
9. Menjaga kebersihan hati dari riya’ (hasrat ingin dipandang terhormat oleh orang lain), takabur (sombong), atau sum’ah (keinginan untuk dipuji atau terkenal).
Allah SWT berfirman, “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar mendirikan shalat serta menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Bayyinah: 5).
10. Biaya yang digunakan untuk menefripuh perjalanan haji maupun untuk membeli bekal harus bersumber dari uang yang halal dan bersih dari syubhat (ketidakjelasan halal-haramnya). Menurut Imam Nawawi, apabila uang yang digunakan untuk pergi haji berasal dari uang haram maka haji yang dikerjakan tidak mabrur di mata Allah.  Demikian juga Imam Ahmad menambahkan bahwa haji yang seperti itu tidak sah hukumnya;
11. Para jamaah haji harus mempelajari segala hal yang perlu diketahui selama menunaikan ibadah tersebut, seperti tata cara tayamum, waktu-waktu shalat, arah kiblat, tata cara shalat jamak dan qashar, tata cara manasik haji mulai dari hal-hal yang wajib, sunnah, yang membatalkan, yang dilarang, kaffarat (sanksi), hingga tata krama atau kesopanan.
Sebagian ulama mengatakan bahwa mempelajari tata cara ibadah haji bagi orang yang sudah bertekad akan pergi haji adalah wajib ‘ain. Wajib ‘ain artinya adalah kewajiban yang sifatnya mutlak bagi setiap individu dan jika tidak dilakukan maka ancamannya adalah dosa.
sumber: jurnalhaji.com

Makna Kerendahan Hati dalam Tahallul






.
REPUBLIKA.CO.ID, Tahallul atau bercukur adalah salah satu ritual haji yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan, terutama dalam Madzhab Syafi’i. Meski bercukur terkesan remeh, namun jika ditinggalkan akan membuat ibadah haji tidak sah. Jika demikian, itu artinya diwajibkan untuk mengulang kembali ibadah tersebut pada tahun berikutnya
Mengapa hal yang begitu remeh dapat membatalkan sesuatu yang jauh lebih besar? Hal itu mengisyaratkan bahwa kelebihan yang dimiliki oleh manusia dengan otak dan daya ciptanya, semua itu berada dalam kuasa Allah SWT.
Dengan diwajibkannya bercukur dalam rangkaian ibadah haji, Allah sejatinya ingin mengajarkan bahwa manusia tetaplah manusia. Ia harus sadar bahwa selamanya dirinya adalah hamba Allah. Manusia harus bersikap khusyuk, tawadhu’ (rendah hati), dan khudhu’. Tiga sikap itu akan mengantarkan mereka menjadi makhluk yang dicintai oleh Allah SWT.
Rambut adalah simbol dari mahkota seorang insan. Rambut adalah perhiasan seseorang dan menjadi lambang kegagahan dan ketampanan. Bertahallul yaitu mencukur rambut adalah simbol dari meletakkan mahkota seseorang. Artinya, orang tersebut menanggalkan kesombongan yang menjadi seseorang tinggi hati dari orang lain.
Semoga dengan rontoknya ribuan rambut di kepala para hujjaj ketika ia bertahallul, maka rontok juga segala ribuan keangkuhan dan kesombongannya yang akan menjadikannya haji yang tawadlu’ dan rendah diri.
sumber : jurnalhaji.com

Rabu, 26 September 2012

Bandara Taif Disetujui Untuk Melayani Jemaah Haji

Bandara Taif







Jeddah (Sinhat)--Dewan Syuro Arab Saudi telah menyetujui Bandara Taif untuk melayani Jamaah Haji dan umroh pada fase kedatangan dan kepulangan, demikian sebuah pernyataan Dewan Syuro pada Senin  (24/9          
Bandara Taif terletak 30 km sebelah timur kota Taif dan 70 km dari Mekkah. Untuk masalah ini Dewan meminta agar Kementrian Haji berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA)
      
Digunakannya bandara Taif ini tentunya akan membantu mengurangi kesibukan bandara King Abdul Aziz Jeddah. Bandara Taif pada tahun 2009 telah di-upgrade menjadi bandara regional. GACA mengijinkan pesawat internasional beroperasi di kota itu mengingat tingginya populasi penduduk dan tingginya kepadatan penumpang di tiga bandara utama.
      
Sidang yang ke-54 tahun keempat yang diadakan pada 24 Sep 2012 dipimpin oleh DR Muhammad bin Amin Al-Jufrie membahas tentang dua laporan tahunan kementrian haji (1429-1430 dan 1431-1432) juga menyetujui agar Muassasah haji  luar negeri bertanggungjawab untuk penyediaan akomodasi jamaahnya dan mengintruksikan Kementrian Haji untuk membuat aturan yang menjamin seluruh keperluan dasar dalam hal penempatan jamaah haji agar kenyamanan dan keamanan jamaah tetap terjamin.
      
Dewan Syuro juga telah menyetujui rekomendasi peningkatan kapasitas di Mina dan melakukan restrukturisasi Muassasah Haji sesuai dengan keputusan Dewan Menteri nomor 81 tanggal 7/3/1428 H. Demikian diungkapkan oleh Asisten Juru Bicara Dewan Syuro Said bin Metad Al-Hamad.

sumber : infohaji.go.id

Sabtu, 22 September 2012

Kloter Pertama Jamaah Haji Kloter Pertama Banten dan Jabar Tiba di Madinah














Madinah: Jamaah Haji Indonesia yang tiba pertama kali di Madinah adalah Kloter I (JKS 1) asal Jawa Barat dan Kloter I (JKG 1) Banten. Mereka tiba sekitar pukul 16.05 WAS di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz. Kedatangan jamaah asal Jawa Barat dan Banten itu langsung disambut Konsul Jenderal RI Zakaria dan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Ahmad Jauhari dan pengurus Muasasah.

“Sebanyak 450 jamaah yang mendarat pertama dari Jawa Barat,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Ahmad Jauhari saat menyambut kedatangan jamaah di bandara Madinah, Jumat (21/9/2012) pukul 17.00 WAS.

Menurut Jauhari kedatangan jamaah tertunda beberapa jam. Jamaah dari JKS 1 seharusnya mendarat pukul 15.30 WAS namun mendarat pukul 16.05 WAS. Kloter ini mengalami penundaan atau delay lebih dari 30 menit. Setelah kedatangan jamaah asal Jawa Barat langsung disusul kedatangan jamaah asal Banten.

“Sedangkan Kloter I Batam (BTH 1) baru diperkirakan mendarat pukul 10 malam WAS,” katanya.

Selain JKS 1 dan JKG 1 lanjut dia, dua penerbangan lain yang mendarat adalah SUB 1 dan BTH 1. Total 4 kloter jamaah yang akan tiba hari ini sebanyak 1.805 jamaah,” katanya.

Dia menambahkan hampir semua penerbangan mengalami keterlambatan. Setelah mendarat, para jamaah akan dibawa menuju pemondokan.

Dibandingkan tahun lalu setelah pemeriksaan dokumen, pelayanan jamaah di Bandara Madinah lebih baik. Sebab seluruh jamaah transit di hall yang disediakan petugas untuk transit dan beristirahat sebentar.(MCH)

Dibaca : 304 kali | Sumber : | File :

sumber : infohaji.co.id

Menag Minta Jamaah Meningkatkan Kesabaran



Jakarta: Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, minta jamaah haji untuk memahami kondisi kedaruratan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci, khususnya pada puncak ritual haji di Makkah.

Karena itu, pihaknya meminta agar jamaah meningkatkan kesabaran selama berada di Tanah Suci. Hal itu disampaikannya saat melepas kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji JKG I dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (21/9).

Ikut melepas Kloter pertama nasional itu antara lain Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan, Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah, Dirut PT Garuda Emirsyah Satar, para pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM.

Ia menjelaskan, yang dimaksud kondisi kedaruratan adalah memahami keadaan yang berbeda dengan di Tanah Air. Jika di tanah air untuk mandi dapat dilaksanakan tanpa mengantre, sedangkan di sana harus menyesuaikan diri dengan antre dalam berbagai hal. Kondisi kedaruratan semacam ini harus dipahami dengan cara meningkatkan kesabaran,.

Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah telah berupaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji di Arab Saudi, terutama pondokan di Makkah. Tapi untuk musim haji 2012 ini, upaya mendekatkan pondokan dengan Masjidil Haram tak bisa dilakukan lagi seperti tahun lalu.

Pasalnya, pondokan haji yang dulu berjarak 2,5 km dinilai terjauh kini tergolong paling dekat. Hal ini sebagai konsekuensi dari dampak perluasan Masjidil Haram. Bangunan hotel terdekat sudah tak ada lagi karena dibongkar.

Pihaknya juga meminta jamaah untuk tidak ragu mendatangi pusat kesehatan haji bila merasa tak sehat. Di sana pelayanan kesehatan beroperasi selama 24 jam. “Uang jangan disayang hanya karena untuk membeli oleh-oleh,” kata Menag yang disambut tawa hadirin.

Pada akhir pengarahannya, Menag mengimbau jemaah haji untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di Tanah Suci. Menjaga kehormatan bangsa, kata dia, amat penting selama menunaikan ibadah haji.(ant)
 

Dibaca : 1074 kali | Sumber : | File :

sumber : infohaji.go.id

Rabu, 19 September 2012

Diperkirakan Cuaca Panas, Saat Kloter Pertama Tiba di Arab Saudi



Surabaya: Dua hari lagi atau Jumat (21/9) Calon Jamaah Haji (CJH) kloter pertama dari embarkasi Surabaya diberangkatkan ke Tanah Suci. Rombongan dari Bojonegoro sebanyak 445 orang lah yang akan berangkat paling awal. Kamis (20/9) lusa mereka sudah harus berada di Asrama Haji, Sukolilo.

Pemerintah memperingatkan cuaca panas kering akan menyambut para CJH. Suhu udara di Arab Saudi diperkirakan mencapai 41-43 derajat celcius. Sebagai pembanding, di musim kemarau seperti saat ini suhu udara di Surabaya hanya dikisaran 34-35 derajat celcius.

Selanjutnya, pada tanggal 22 September akan ada dua  kloter yang berangkat yaitu CJH  dari Bojonegoro, Nganjuk dan Surabaya.

Panitia Haji Jawa Timur mengaku cukup khawatir, sebab tahun ini jumlah CJH usia tua relatif banyak. Untuk diketahui, tahun ini Jatim memberangkatkan 33.935 CJH. Tahun ini, setidaknya ada 106 CJH dari kuota khusus sisa kursi kosong Jatim yang berusia diatas 87-95 tahun.

Sementara dari kuota noirmal, sedikitnya 35% atau sekitar 11.000 CJH berusia 60 tahun ke atas dan sisanya merupakan usia produktif.

Kepala Seksi Perjalanan dan Sarana Haji pada Kanwil Kemanag Jatim, Hikmah Rahman mengingatkan agar para jamaah tidak lupa memakai masker yang telah disiapkan ketika keluar dari hotel atau pondok. Tak hanya itu, bila di Indonesia per harinya meminum air putih sebanyak delapan liter, maka disana harus tingkatkan menjadi 10-12 liter per hari agar tidak mengalami dehidrasi.

“Sebelum masker digunakan, sebaiknya dibasi dahulu dengan air, karena biar udara pernapasan jemaah lembab. Bila tidak memakai masker, maka mereka bisa mengalami sesak napas karena debu yang masuk ke paru-paru melalui hidung,” ungkapnya, Selasa (18/9) pagi tadi.

Dengan meningkatnya CJH usia lanjut, maka panitia penyelenggara haji Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim menambah jumlah petugas kesehatan. Ketika di pemondokan embarkasi, akan dilakukan cek kesehatan dan pemberian vaksinasi bagi yang belum melakukan. Kemudian ketika pemberangkatan menuju Jeddah akan disediakan 3 paramedis, yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat untuk menemani dalam perjalanan. Setelah sampai di sana, sudah ada tim sektor kesehatan dari pihak Indonesia dan Jeddah.

“Untuk tahun ini cek kesehatan akan dilakukan dan dipantau terus. Dari data yang ada, sekarang masih banyak calon jamaah yang belum melakukan vaksinisasi, yang jumlahnya sekitar 15 ribu orang,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji, Erfan Rosulih memaparkan terhadap barang bawaan CJH ditetapkan untuk barang yang ditaruh di bagasi maksimal seberat 32 kilogram, tas bawaan seberat 5 kilogram, dan tans piggang yang berisi identitas diri. Erfan menegaskan, bila dalam barang bawaan terdapat barang-barang logam atau tajam seperti panci, rantang, pisau, kompor, atau bahan makanan maka pihak embarkasi Surabaya tak akan segan-segan melakukan penyitaan. Pasalnya di Jeddah nanti, para CJH tak perlu khawatir terhadap kebutuhan makanan karena disana terjamin karena sudah disediakan catering.

“Kalau bawa kompor, panci, dan sebagainya itu akan merepotkan penerbangan. Dan ini bisa mengganggu kenyamanan nanti di pesawat. Jadi calon jamaah tidak perlu khawatir untuk tidak disediakannya makanan disana, karena beberapa tahun ini masalah makanan Indonesia sudah sangat baik,” tegasnya.

Selain itu, ia menyebutkan ada beberapa pembatasan terhadap barang bawaan CJH. Diantaranya, batasan membawa sejumlah uang yang tidak boleh lebih dari Rp 5 juta. Kemudian dapat ditukarkan ke mata uang riyal. Pembatasan membawa rokok yang hanya bisa dibawa satu gros atau 200 batang. “Meskipun ada pembatasan ini, kadangkala mereka bisa mengakali dengan menitipkan barang bawaan ke teman-teman lainnya,” pungkasnya. (Sby Post)

Dibaca : 934 kali | Sumber : | File :


sumber: infohaji.go.id

Informasi Keberangkatan Jamaah Haji KBIH Al-Khoiriyah Tahun 2012

Waktu Keberangkatan Jamaah Haji KBIH Al-Khoiriyah Cianjur :
Berangkat Hari Senin, 15 Oktober 2012 M/ 28 Djulqo'dah 1433 H
Tergabung Dalam KLOTER JKS 76, No. Maktab 64, No. Rumah 1010.
Jarak Maktab ke Masjidil Haram + 2 km (Posisi Maktab di lingkari merah)

Berikut Petanya :



Gabung Di Facebook KBIH Al-Khoiriyah untuk Update informasi : http://www.facebook.com/groups/117435668280371/