Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh (KBIHU) Al-Khoiriyah

Sabtu, 27 Desember 2014

UMROH 2015


UMROH MUBAROKAH
Berangkat April & Mei 2015

“Antara Umrah dengan Umrah adalah Kafarat (menghapus dosa),dan bagi haji mabrur tidak ada balasan pantas, kecuali surga.”(HR. Bukhari & Muslim)"

Program :
1. Paket Umrah (9 Hari), dengan biaya USD 1950 + Rp. 1.000.000,-
2. Hotel Mekkah : Dar al-Kholil (+ 200 m) & Hotel Madinah : Al-Majidi (Depan Teras Masjid Nabawi)

Fasilitas Sudah Termasuk :
1. Ticket Jakarta-Jeddah PP
2. Airpot Tax Cengkareng & Visa Umrah
3. Transportasi darat selama di Arab Saudi
4. Bimbingan Manasik Umrah
5. Akomodasi Hotel & Makan tiga kali sehari menu indonesia
6. Muthawwif/Guide yang berpengalaman
7. Perlengkapan ibadah Umrah (seragam, Kain Ihrom, Mukena, Travel Bag,handy bag)
8. Air zam-zam 10 liter
9. Asuransi selama umroh+satu hari sebelum dan setelah keberangkatan
Program Belum Termasuk : pembuatan paspor (bagi yang belum punya), keperluan pribadi, buku kuning dan surat mahrom, transport ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Persyaratan :
1. Pasport yang masih berlaku Minimal 6 Bulan
2. Pas foto berwarna terbaru 4x6=8 lembar (tampak muka 80%)
3. Buku Nikah dan Kartu Keluarga asli bagi suami-istri
4. Surat mahrom bagi wanita (<45 thn) yang berangkat tidak didampingi mahromnya
5. Pendaftaran & Pelunasan Paling lambat satu bulan sebelum waktu keberangkatan

Untuk Informasi dan Pendaftaran Hubungi Kami di
KBIH Al-Khoiriyah Cianjur (Izin No : Kw.10.3/3/HJ.09/6803/2010)
JL. Didi Prawira Kusuma No.138 Desa Maleber Kec. Karangtengah
Telp. (0263) 270863; www.kbihalkhoiriyah.com
H. Azam Zubaedi : 0815-6317-2867
Rizka Husnu : 0858-6124-5921

Sabtu, 25 Oktober 2014

Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tahun 2015

Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tahun 2015

Assalamu’alaikum wr.wb
Salam silaturahmi Kami sampaikan semoga Bapak/Ibu sekeluarga selalu sehat wal ‘afiat dan dalam curahan rahmat Allah SWT.
Selanjutnya, kami mengundang Bapak/Ibu calon jamaah haji tahun 2015/2016 Kab. Cianjur untuk mengikuti Bimbingan Manasik Haji KBIH Al-Khoiriyah, insya Allah akan dilaksanakan pada

Hari/ Tanggal : Ahad, 14 Desember 2014
Waktu             : Pukul 09.00 WIB s.d Pukul 12.00 WIB
Tempat            : Aula Majelis Ta’lim KBIH Al-Khoiriyah Cianjur
                          JL. Didi Prawira Kusuma No.138 Maleber-Karangtengah-Cianjur
Acara              : Pembukaan Manasik Haji & Pemaparan Program Manasik Tahun 2015

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kehadiran Bapak/ibu, kamu haturkan terimakasih.
Wallahul Muwafiq ilaa Aqwaa Mithariq
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Kamis, 04 September 2014

Jamaah haji dilarang memasak makanan sendiri

Makkah (Sinhat)--Ada aturan baru yang berlaku di Arab Saudi bagi para jamaah haji di tahun 2014. Jamaah haji dilarang memasak makanan sendiri.
Di Makkah, tak satupun pemondokan jamaah haji menyediakan dapur khusus untuk memasak. Karena memang sudah ada larangan dari pemerintah Arab Saudi bagi para jamaah haji untuk memasak, untuk mencegah terjadinya kebakaran.
''Aturan dari pemerintah Arab Saudi untuk antisipasi terjadinya kebakaran sudah disosialisasikan ke seluruh embarkasi di Indonesia. Kalau jamaah haji tetap memaksa untuk memasak nasi atau membawa masakan dengan bunyi yang mengeluarkan aroma, alarm yang ada di pemondokan akan berbunyi,'' ujar Kepala Daker Makkah Endang Jumali kepada MCH di Makkah, Rabu (3/9/2014).
Karena itu menurut Endang, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak membawa beras, rice cooker maupun lauk pauk yang mengeluarkan bau tajam. Imbauan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari saat mereka masih berada di Indonesia.
Endang juga mengatakan, agar setiap pemondokan di Makkah menyediakan kafetaria dan menyediakan masakan Indonesia. Sehingga jamaah haji akan membeli makanan di kafetaria pemondokan tanpa harus keluar dari pemondokan.
"Memang jamaah haji di Makkah tidak disediakan makanan. Setiap jamaah haji mendapat uang saku sebesar 1500 real. Dengan uang tersebut mereka bisa membeli makanan setiap hari," ujar Endang.
Sementara di Madinah, semua jamaah mendapatkan makanan gratis yang disediakan oleh hotel sehari dua kali selama sembilan hari. Demikian pula di Armina para jamaah haji Indonesia juga mendapat jatah makan.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Hotel Calon Jemaah Haji di Makkah Sudah Siap



Jakarta (Sinhat)--Kementerian Agama terus melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan haji. Saat ini, persiapan untuk tempat tinggal jemaah calon haji Indonesia di Mekkah sudah siap. Rumah atau bangunan yang disewa tidak ada lagi yang berbentuk bangunan tua dan kumuh, semuanya kategori hotel berbintang tiga. Namun ada konsekuensinya, lokasi tersebut lebih jauh dari Masjidil Haram. Untuk mengatasinya, Kementerian Agama sudah mempersiapkan solusinya. Hal itu dijelaskan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di rumah dinas, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Senin (14/7/2014) malam.
Menag menjelaskan lebih lanjut bahwa sebagai antisipasi, disiapkan bus-bus selama 24 jam untuk mengangkut menuju titik terdekat dengan Masjidil Haram. Itu salah satu jalan keluar untuk mengatasi jarak yang tidak dekat lagi, karena memang Masjidil Haram pun melakukan perluasan besar-besaran.
Selain perbaikan dan peningkatan pelayanan tempat pemondokan, Kemenag juga berupaya meningkatkan pelayanan menu katering. Selama di Madinah, akan berikan sebanyak dua kali setiap hari, dengan menu makanan dan minuman yang mudah-mudahan lebih baik, seperti penambahan lauk pada saat makan siang. Untuk Arafah-Mina, kateringnya juga tingkatkan. Diperbanyak dan diperbaiki menu sayuran dan lauk-pauk. 
sumber: haji.kemenag.go.id

Layanan Bus Shalawat Untuk Jemaah Haji Telah Siap


Jakarta (Sinhat)--Pihak Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) telah merampungkan semua persiapan untuk menyambut penyelenggaraan haji tahun 1435H/2014M. Di antaranya adalah penyediaan transportasi darat di Arab Saudi untuk para jemaah haji asal Indonesia.
Fasilitas transportasi darat ini merupakan unsur vital dalam pelayanan jemaah. Yakni untuk memudahkan para jemaah melaksanakan ibadah. Fasilitas ini dinamai layanan “Bus Shalawat” yang akan membantu mengangkut jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram kembali ke pemondokan.
Beberapa waktu lalu, Ditjen PHU telah menjelaskan bahwa untuk musim haji tahun 2014 akan ada perbaikan fasilitas transportasi darat untuk mengimbangi perbaikan akomodasi haji secara keseluruhan. Disebutkan meskipun jarak rata-rata pemondokan jemaah dari Masjidil Haram bisa mencapai 4km namun fasilitas hotel jauh lebih baik. Selain itu 80% jemaah akan dilayani Bus Shalawat untuk menuju dan pulang dari Masjidil Haram.
Rute Layanan Bus Shalawat
Dalam penjelasan Ditjen PHU baru-baru ini, rute layanan Bus Shalawat meliputi 2 bagian, yakni rute di dalam Kota Makkah (untuk menuju Masjidil Haram dan kembali ke pemondokan), dan rute antar kota.
Untuk di dalam Kota Makkah, Bus Shalawat akan melayani 13 rute layanan, yakni:
Rute-rute (1) Aziziah Janubiah – Mahbas Jin, (2) Aziziah Syimaliah – Mahbas Jin, (3) Syisyah Raudhah – Mahbas Jin, (4) Mahbas Jin – Bab Malik, (5) Syisyah – Al Ghaza, (6) Raudhah – Al Ghaza, (7) Ma’abdah – Al Ghaza, (8) Rei Dzkahir – Al Ghaza, (9) Utaibiah/Jarwal – Al Ghaza, (10) Biban/Syari Mansyur – Al Ghaza, (11) Syari Mansyur – Al Ghaza, (12) Bakhutmah/Nakkasah – Al Ghaza, dan (13) Kuday – Bab Malik.
Sedangkan wilayah perumahan yang mendapatkan layanan Bus Shalawat adalah: Aziziah Janubiah, Aziziah Syimaliah, Syisyah/Raudhah, Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Ma’abdah, Rei Dzkahir, Jarwal Utaibiah, Biban/Syari’ Mansyur, Syari’ Mansyur, dan Bakhutmah/Nakkasah. Keseluruhan ada 90 rumah dengan kapasitas 120.483 jemaah. Sedangkan perusahaan bus yang melayani rute ini adalah SAPTCO dan Rawahel Al Masher.Co
Adapun rute antar kota akan melayani 4 rute, yakni Madinah-Makkah, Makkah-Jedah, Makkah-Madinah, Madinah-Jeddah. Keempat rute tersebut memiliki kapasitas angkut 270.952 jemaah. Rute antar kota ini akan dilayani oleh 6 perusahaan bus, yaitu: SAPTCO, Rawahel, Qawafil, Arabian, Rabitat Makkah, dan Dallah.
Masa Operasi Bus Shalawat
Rencana operasi Bus Shalawat untuk jemaah haji Indonesia akan berlangsung dalam 3 tahap. Pertama, masa kedatangan jemaah haji yakni tanggal 10-29 September 2014 (20 hari). Kedua, masa Armina mulai tanggal 30 September hingga 7 Oktober 2014 (8) hari dimana Bus Shalawat tidak beroperasi. Ketiga, masa kepulangan yakni 8-27 Oktober 2014 (20 hari). Khusus untuk masa Armina, Bus Shalawat tidak bisa beroperasi karena melayani Arafah Mina dan berdasarkan peraturan Pemerintah Arab Saudi. (sja)